pabila diri ini dilamun indah
kenapa
wujudnya perpisahan
pabila diri ini dihiasi oleh ketawa
kenapa
wujudnya tangisan
setiap manusia merasainya
setiap yang bernyawa merasainya
tapi kenapa harus aku merasainya
dirinya sentiasa ceria
namun mengapa keceriaan itu telah hilang
dahulu bersama teman
sekarang bersama tangisan
yang sentiasa menemani
dulu di rumah sendiri
sekarang di rumah bakti
tiada lagi tawa di bibir
kerna hati sakit
mengenangkan darah daging sendiri
menjerat perasaan ini.....
*ketika menulis kata-kata ini teringat akan daku kisah yang berlaku
di rumah orang tua yang pernah aku lawati*
No comments:
Post a Comment